Beranda

Kamis, 20 September 2018

MALU ADALAH FITRAH WANITA & PERHIASAN YANG TERINDAH

Malu adalah perhiasan bagi seluruh hamba Allah yang beriman, yang membedakan antara dia dengan makhluk lain.

Manusia secara secara umum semua berhiaskan rasa malu kecuali yang telah hilang keimanannya, dan wanita-lah sejatinya sebagai pemilik rasa malu tersebut, dan tentu hal ini berbeda dengan laki-laki. 

Seiring berjalannya waktu, wanita-pun kini berubah seperti air yang mengalir, bahkan kini rasa malupun itu mulai pudar bahkan lenyap tak tersisa. Kita bisa menyaksikan, betapa banyak saudari muslimah kita yang mulai membuka auratnya dijalanan, seakan-akan itu menjadi hal yang lumrah. Hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi itu adalah dalih yang menjadi alasan wanita muslimah zaman sekarang, padahal ini tidak lain hanyalah tipu daya setan yang ingin menyesatkan saudari kita muslimah. Sifat malu tidak lagi menjadi bagian dari keindahan wanita, padahal wanita merupakan keindahan yang sejati, dan ia akan tampak semakin indah tatkala rasa malu itu menjadi perhiasan baginya. Allah menceritakan dalam kitab-Nya yang mulia, mengisahkan tentang salah seorang putri dari Nabi Syu'aib 'alaihissalam yang begitu pemalu :

«فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآء»

“Artinya : Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan
kemalu-maluan...”(QS. Al-Qashash : 25)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya :

"Firman Allah «فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآء» ((Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan)), yaitu jalannya wanita-wanita terhormat (bukan hamba sahaya). [Tafsir Ibni Katsir, 3/345 pustaka Daarul Kutub Al-Ilmiyah]

Di zaman sekarang sudah banyak wanita-wanita bercadar, mereka tegar diatas keyakinannya padahal mereka bahkan dikatakan teroris atau bahkan di katakan tenda berjalan, atau bahkan di katakan ninja tapi mereka tidak perduli, karena gelar-gelar itu hanyalah kedustaan atas mereka.

Bila seorang wanita ingin mulia dan terhormat maka berhijablah, engkau akan terjaga. Berkata seorang pujangga cinta :

“Hijab adalah perisai. Mahkota bagi pemiliknya. Seolah-olah perhiasan dunia. Yang menawan orang-orang sholeh. Dalam penjara-penjara cinta diatas aqad. Seakan-akan engkau mutiara dan marjan yang tersimpan.”

Karena itu malu adalah perhiasan yang terindah bagi setiap wanita, yang dapat membedakan antara dia dengan para budak. Jangan hilangkan rasa malu itu saudariku, apabila malu itu hilang, maka keindahan kalianpun akan sirna, kehormatan kalian akan terkoyak bahkan kalian akan menjadi gelas-gelas kaca yang retak bahkan pecah berkeping-keping.

Mari budayakan rasa malu, tatkala saudari-saudarimu yang lain telah mengabaikannya, dan mari contohi Putri Nabi Syu'aib 'alaihissalam agar kaum muslimah menjadi semakin mulia dan terhormat.

Wallahu a'lam

Sabtu, 15 September 2018

RENUNGAN DALAM MENGHADAPI MUSIBAH

Musibah adalah sebuah kepastian yang akan terjadi dan akan menimpa manusia. Tapi tidaklah akan terjadi sebuah musibah melainkan akibat dosa manusia.

KISAH NABI ADAM

Kita telah mengetahui kenapa Allah menghukum Nabi Adam 'alaihissalam hingga di buang ke bumi. Itu tidak lain karena Nabi Adam 'alaihissalam durhaka kepada Allah dengan memakan buah larangan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«وَقُلْنَا يَـٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ»

Artinya : "Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim." (QS.Al-Baqaroh : 35)

Allah juga berfirman :

«وَيَـٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ»

Artinya : "(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim". (QS.Al-A'raf : 19)

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَـٰنُ قَالَ يَـٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍۢ لَّا يَبْلَىٰ»

Artinya : "Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (QS.Thaha : 120)

Kemudian Nabi Adam dan Hawa memakannya. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ»

Artinya : "Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia." (QS.Thoha : 121)

Kemudian Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman :

«فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۭ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّۭ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍۢ»

Artinya : "Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (QS.Al-Baqaroh : 36)

Nabi Adam 'alaihissalam dan Hawwa di rurunkan ke bumi karena dosanya. Kemudian Nabi Adam dan Hawwa memohon ampunan kepada Allah. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ»

Artinya : "Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS.Al-A'rof : 23)

Dan istighfar nabi Adam dan Hawwa di terima oleh dan Allah mengampuninya Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«ثُمَّ ٱجْتَبَـٰهُ رَبُّهُۥ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ»

Artinya : "Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk." (QS.Thoha : 122)


KISAH NABI YUNUS

Kitapun telah mengetahui kenapa Allah menghukum nabi Yunus 'alaihissalam. Tidak lain karena Nabi Yunus 'alaihissalam lari dari dakwah, dan melarikan diri dari dakwah termasuk perbuatan dosa. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبًۭا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَـٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". (QS.Al-Anbiya : 87)

Allah keluarkan Nabi Yunus dari perut ikan akibat istighfarnya. Dan masih kisah-kisah para Nabi yang lainnya. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَـٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُـۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ»

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya : 88)

Taubat Nabi Yunus di terima oleh Allah. Cukup dua kisah ini, dan kisah-kisah lainnya berapa banyak dalam Al-Qur'an yang menunjukkan bahwa musibah datang akibat dosa manusia. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«وَمَآ أَصَـٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍۢ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ»

Artinya : "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS.Asy-Syuro : 30)


GEMPA HANYA SIMULASI SEPER SEKIAN TRILIUN KALI DARI KEDAHSYATAN GUNCANGAN HARI KIYAMAT

Guncangan gempa di dunia ini tidak ada apa-apanya.  Pada hari kiamat gempa lebih dahsyat dan lebih mengerikan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«إِذَا زُلْزِلَتِ ٱلْأَرْضُ زِلْزَالَهَا. وَأَخْرَجَتِ ٱلْأَرْضُ أَثْقَالَهَا. وَقَالَ ٱلْإِنسَـٰنُ مَا لَهَا»

Artinya : "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: Mengapa bumi (menjadi begini)?". (QS.Al-Zalzalah : 1-3)

Guncangan hari kiyamat hingga mampu membuat gunung-gunung bertentangan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ. يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ. وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ»

Artinya : "Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan." (QS.Al-Qari'ah :3-5)

Hari kiamat yaitu hari ketika manusia lari dan tidak memperdulikan saudaranya, ibu dan bapaknya, hingga manusia saat itu hanya sibuk mengurus dirinya masing-masing. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ. وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ. وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ. لِكُلِّ ٱمْرِئٍۢ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍۢ شَأْنٌۭ يُغْنِيهِ»

Artinya : "Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya." (QS. Abasa : 34-37)

Dan terakhir, apa sebenarnya tujuan di datangkangkannya musibah. Tujuannya banyak, diantaranya agar manusia tidak sombong dan lupa diri dan agar manusia menyadari bahwa mereka adalah makhluk yang kerdil dan tak berdaya. Diantara Tujuannya adalah Allah hendak menakut-nakuti manusia agar manusia kembali kepada Allah. Dan di antara tujuannya adalah Allah ingin mengingatkan manusia bahwa di sana ada hari yang dahsyat, yaitu hari kiyamat, yang mana bumi berguncang dengan guncangan yang sangat, hingga gunung-gunungpun berterbangan seperti ribuan kapas yang di terbangkan.

Karena demikian, saat sekaranglah yang paling tepat untuk menradaburi al-Qur'an, khususnya ayat ayat tentang hari kiamat pada juz 30 dan juz 29.

Marilah kita sadari bahwa musibah datang akibat dosa kita. Dan marilah ketika telah terjadi musibah, kita memohon ampun kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Allah setelah kita jauh dan bertaubat kepada Allah.


Wallahu a'lam 

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DAN KEWAJIBAN BAGI SETIAP MUSLIM DAN MUSLIMAH

Saudara dan saudariku, menuntut ilmu memiliki keutamaan dan dia adalah kewajiban. Diantara sebagian keutamaan menuntut ilmu antara lain :

1. Para shahabat lebih mencintai menuntut ilmu dari pada sholat sunnah seribu rakaat

Berkata ulama besar dari kalangan sahabat yaitu Abu Hurairoh dan Abu Dzar radhiyallahu 'anhumaa :
"Satu bab dari ilmu yang kami pelajari lebih kami cintai dari pada seribu rakaat sholat sunnah. [An-Nubadzu fii Aadaabi Tholabil 'Ilmi, hal.140]

Berkata ulama tafsir dari kalangan sahabat yaitu Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhumaa :
"Mudzakaroh ilmu di sebagian malamnya lebih aku cintai dari pada menghidupkan malam tersebut (dengan sholat sunnah). [An-Nubadzu fii Aadaabi Tholabil 'Ilmi, hal.140]

Berkata Imam As-Syafi'i rahimahullah seorang yang sangat cerdas :
"Menuntut ilmu lebih utama dari sholat sunnah." [An-Nubadzu fii Aadaabi Tholabil 'Ilmi, hal.141]


2. Para Ulama menganggap tidak ada amalan yang lebih utama melainkan menuntut ilmu, bagi orang-orang yang baik niatnya

Berkata Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah :
"Aku tidak pernah mengetahui suatu amalan yang lebih utama dari menuntut ilmu bagi orang yang baik niatnya." [An-Nubadzu fii Aadaabi Tholabil 'Ilmi, hal.141]


3. Menuntut ilmu adalah kewajiban

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu, muslim maupun muslimah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim." (Sunan Ibnu Majah no.224,hal.39. Pustaka Baitul Afkar Ad-Dauliyyah)


4. Menuntut ilmu jalan menuju surga 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga." [Shahiihul Bukhari, hal: 38. Pustaka Baitul Afkar Ad-Dahulunya]


5. Penuntut ilmu adalah orang orang yang dininginkan kebaikan oleh Allah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa yang Allah inginkan bagi dia kebaikan, Allah akan fahamkan dia (tentang ilmu agama)." [Shahiihul Bukhari, hal.39. Pustaka Baitul Afkar Ad-Dauliyyah].


6. Ilmu di dapatkan hanya dengan cara belajar

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Ilmu itu (didapatkan) hanya dengan belajar." [Shahiihul Bukhari, hal.39. Pustaka Baitul Afkar Ad-Dauliyyah].

Dalam Al-Jaamiush Shahiih di sebutkan dari hadits Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhuma :
"Wahai sekalian manusia, belajarlah kalian. Sesungguhnya ilmu itu hanya didapatkan dengan belajar, dan kefamahan akan didapatkan dengan mempelajari fiqih, dan barangsiapa yang Allah inginkan bagi dia kebaikan, Allah akan fahamkan dia agama." [Al-Jaamiush Shahiih, hal 41. Al-Maktabatus Salafiyyah]


7. Menuntut ilmu hingga akhir hayat

Disebutkan dalam An-Nubadz, berkata Al-Hasan bin Manshur rahimahullah :
"Aku berkata  kepada Ahmad bin Hambal : "Sampai kapan seorang laki-laki mempelajari hadits?". Berkata Ahmad bin Hambal : "Sampai dia wafat." [An-Nubadzu fii Aadaabi Tholabil 'Ilmi, hal.350]


8. Belajar Nahwu kunci pembuka ilmu

Berkata Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah dalam syarah kitab Al-Jurumiyah:
"Sesungguhnya ilmu nahwu merupakan ilmu yang mulia, ilmu yang merupakan wasilah ; yang dengannya menjadi perantara kepada dua perkara yang penting :

Pertama: Memahami kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, karena memahami keduanya berhenti pada mengetahui ilmu Nahwu.

Kedua:Membiasakan lisan dengan lisan orang-orang arab, yang telah turun dengannya firman Allah 'Azza wa Jalla ; untuk itu memahami ilmu Nahwu merupakan perkara yang teramat penting sekali ; akan tetapi ilmu Nahwu di awalnya sulit dan di akhirnya mudah, dan sungguh telah di umpamakan: Seperti rumah dari bambu dan pintunya dari besi, yaitu: Memasukinya sulit akan tetapi apabila kamu telah masuk ; mudah bagimu segala sesuatu ; untuk inilah selayaknya orang-orang agar dia bersungguh-sungguh untuk mempelajari ilmu Nahwu sebagai titik permulaan  sampai tetapnya kemudahan atasnya. Dan tidaklah (dia) bersedih hati dengan ucapan orang-orang yang berkata :

"Sesungguhnya Nahwu itu sulit, sampai terbayangkan oleh penuntut ilmu bahwasanya Nahwu itu tidak mungkin dipelajari, maka ini sungguh tidaklah benar, akan tetapi tanamkanlah olehmu atas yg pertama (bahwa Nahwu itu sulit di awal), dan mudah bagimu di akhirnya."

Berkata sebagian mereka :

"Nahwu itu sulit dan panjang tangganya. Jika orang mendakinya tidaklah dia memahaminya.Dia menginginkan agar berbicara dengan bahasa arab yang fasih (Nahwu), maka (lidahnya) tidak jelas bicara (menerangkan)nya."

Ini tidak benar, kita  tidaklah pantas mengucapkan ini ; akan tetapi kita katakan -Insya Allah- Nahwu itu mudah dan tangganya (jenjangnya) pendek, anak tangganya mudah (dilalui), memahaminya yaitu dari awalnya."

[Syarhul Jurumiyyah, li Fadhilati asy-Syaikhi al-'Allaamati Muhammadi bni Shoolihi Al-'Utsaimiin, (hal.9-10), Maktabatu-Ar-Rusydi]