Beranda

Sabtu, 01 Desember 2018

FAEDAH NAHWU

Dalam cabang ilmu bahasa arab ada yang namanya ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang mempelajari tentang grammar bahasa arab. Dan dalam pelajaran nahwu, kita di tuntut untuk mengetahui kedudukan setiap kalimat, kenapa berharokat dommah, fathah, kasroh dan sukun.  Sekarang kita akan berbicara tentang Macam-macam huruf Jar, yaitu huruf yang membuat kalimat menjadi kasroh (berbaris bawah) Diantara sebagian huruf jar yaitu :

1. مِنْ               
2. اِلَى     
3. عَنْ 
4. عَلَى     
5. فِي                                 
6. رُبَّ
7. اَلْبَاءُ
8. اَلْكَافُ
9. اَللَّامُ

Huruf jar yg didunakan untuk sumpah yaitu:
10.وَ
11.بِ
12.تَ

PENJABARAN:

1.Huruf مِنْ (min) terbagi 2.

A. Huruf مِنْ لِلْاِبْتِدَاءِ
 (Huruf min untuk menunjukan permulaan). Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :

 «مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ» ( الإسراء : ١)

"Artinya: dari masjidil harom."
(QS.Al-Isro' : 1)

Maknanya, perjalanan isro mi'roj bermula dari masjidil harom, dalilnya adalah huruf مِنْ (min).

B. Huruf مِنْ لِلتَّبْعِيْضِ (min bermakna sebagian). Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :

«وَ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ» (البقرة : ٢٥٣)

"Artinya: Sebagian mereka (para Nabi) ada yang Allah ajak bicara." (QS.Al-Baqarah : 253)

Huruf مِنْ pada ayat diatas menunjukan makna sebagian, yaitu sebagian Nabi saja yang Allah ajak bicara.

2.Huruf اِلَى terbagi menjadi 2.

A. Huruf اِلَى لِلْاِنْتِهَاءِ (Huruf ila untuk menunjukkan makna penghabisan (ujung)) yang terkait dengan kata keterangan tempat. Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :

«اِلَى الْمَسْجِدِ الْعَقْصَى» (الإسراء : ١)

"Artinya: ke masjidil aqsho." (QS. Al-Isroo' : 1)

Maknanya, isro mi'roj itu dimulai dari masjidil harom dan berakhir di masjidil aqsho untuk lingkup dunia, dalilnya huruf اِلَى.

B. Huruf اِلَى لِلْاِنْتِهَاء (Huruf ila untuk menunjukkan makna penghabisan (ujung) yang menunjukan keterangan waktu. Firman Allah 'Azza wa Jalla :

«ثُمَّ اَتِمُّوْا الصِيَامَ اِلَى الَيْلِ» (البقرة : ١٨٧)

"Artinya : kemudian sepurnakanlah puasa itu sampai datang malam."
(QS.Al-Baqaroh : 187)

Artinya, ayat ini berbicara tentang puasa yang di mulai dari terbit fajar, dan berakhir pada awal malam yaitu pada waktu magrib. Sehingga huruf اِلَى disini menunjukan keterangan waktu, bermakna batas penghujung puasa adalah terbenam matahari.

3.Huruf عَنْ terbagi menjadi 1.

A. Huruf عَنْ لِلتَّبْعِيْضِ (Huruf 'an untuk menunjukan makna sebagian). Contoh :

ذَهَبْتُ عَنِ الْبِلَادِ

"Artinya : saya pergi ke sebagian negeri."

Arti : اَلْبِلَاد (negeri-negeri), tapi bisa bermakna sebagian negeri.

4. Huruf عَلَى لِلْاِسْتِعْلَاء (Huruf 'ala untuk menunjukan ketinggian, dia terbagi menjadi 2.

A. Yaitu حَقِيْقَةً (ketinggian secara hakikat). Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :

«اَلرَّحْمَانُ عَلَى الْعَرْشِى
اسْتَوَى» (طه : ٥)

"Artinya : (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di diatas Arsy."
(QS.Thooha : 5)

Ketinggian jika berkaitan dengan Allah maka disini ketinggiannya hakiki, artinya benar-benar ketinggian, jangan di kiyaskan atau di palingkan ke makna lain.

B. Yaitu مَجَازًا (ketinggian secara kiyasan). Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :

«تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْض»ٍ (البقرة :٢٥٣)

"Artinya :Para Rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian lainnya." (QS.Al-Baqaroh : 253)

Maknanya yaitu ketinggian derajat, bukan ketinggian yg sifatnya hakikat seperti ketinggian Allah di atas Arsy-Nya.

5. Huruf فِيْ (fii)
Terbagi 3.

A. Yaitu لِظَرْفِ الْمَكَانِ (untuk menunjukan keterangan tempat) Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :

«فِيْ اَدْنَى الْاَرْضِ» (الروم : ٣)

"Artinya: di bumi yg terendah". (QS.Ar-Rum : 3)

B. Yaitu لِظَرْفِ الزَّمَانِ (untuk menunjukan keterangan waktu) Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :

«فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ» (الروم : ٤)

"Artinya: dalam beberapa tahun lagi." (QS.Ar-Rum : 3)

C. Yaitu لِلْاِسْتِعْلَاءِ (untuk menunjukan ketinggian). Contoh yaitu hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :

اَيْنَ اللَّهُ؟

"Dimana Allah?"

فِيْ السَّمَاءِ

"Diatas langit."

Huruf فِيْ pada hadits tersebut menunjukan makna di atas bukan di dalam. Sehingga orang-orang dari kalangan ahli kalam saja yang akan mengatakan Allah di dalam langit. Untuk membantah anggapan mereka bahwa فِيْ bermakna di dalam yaitu firman Allah yang mengisahkan ucapan Fir'aun kepada tukang sihirnya yg beriman kepada nabi Musa. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

«وَ لَاُصِلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوْعِ النَّخْلِ» (طه :٧١ )

"Artinya: Dan sungguh aku akan menyalib kamu semua pada pangkal pohon kurma." (QS.Thooha : 71)

Huruf فِيْ pada ayat tersebut maknanya diatas pangkal pohon kurma, bukan di dalam pangkal pohon kurma. Karena itu, sangat janggal jika mengatakan Allah di dalam langit sebagaimana dalil ayat diatas.

6. Huruf رُبَّ terbagi menjadi 2.

A. Yaitu لِلْكَثِيْرِ (untuk menunjukan makna banyak). Contoh hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ

"Betapa banyak orang yang berpuasa tidaklah yang dia dapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga."

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda :

فَرُبَّ كَاسِيَةٍ فِيْ الدُّنْيَا عَارِيَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Betapa banyak wanita yang berpakaian di dunia, namun telanjang pada hari kiyamat."

B. Yaitu لِلتَّقْلِيْلِ (untuk menunjukkan makna sedikit) Contoh :

رُبَّ مَوْلُوْدٍ لَيْسَ لَهُ أَبٌ

"Jarang (sedikit) orang yang dilahirkan tanpa bapak."

Untuk membedakan mana رُبَّ yang bermakna banyak ataupun sedikit, bisa dilihat pada hadits-hadits Rasulullah. Kedua tergantung pada yang berbicara, apakah yang berbicara ingin memaknainya banyak atau sedikit.

Dan untuk huruf jar رُبَّ dia hanya memajrurkan isim dzohir dan isim yang nakiroh, walaupun boleh juga kadang masuk pada isim ma'rifah seperti dhomir.

7. Huruf ُاَلْبَاء terbagi enam

A. Huruf ِبَاءُ الْاِسْتِعَانَة (huruf ba untuk minta tolong). Contoh :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

Huruf بِ pada lafadz basmallah diatas bermakna doa, atau  meminta tolong. Dan fungsinya untuk membatasi. Contoh :

بِسْمِ اللَّهِ اَكْتُبُ

"Hanya dengan nama Allah saya menulis."

Artinya tidak dengan nama selain Allah, tapi membatasi meminta tolong tersebut hanya dengan nama Allah saja. Yang memberikan makna pembatasan pada kalimat diatas adalah dikedepanka nanya jar dan majrur.

B. Huruf بَاءُ السَبَبِيَّةِ (ba bermakna sebab). Contoh firman Allah :

ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (النخل:٣٢)

Artinya : "Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS.An-Nahl : 32)

Huruf ب pada ayat «بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُون» bermakna sebab. Dan ada sisi lain yang lebih penting, seseorang masuk surga sebenarnya bukan cuma karena amalnya, tapi lebih karena sebab rahmat Allah.

C. Huruf بَاءُ لِلتَّعْوِيْضِ (ba sebagai pengganti). Contoh :

اِشْتَرَيْتُ هَذَا الْكِتَابَ بِدِرْهَمٍ

"Saya membeli kitab ini dengan dirham."

D. Huruf بَاءُ اَلْاِلْتِصَاقِ (ba bermakna nempel) terbagi 2. Pertama nempel secara hakikat. Contoh :

ضَرَبْتُ رَأْسِي بِيَدِي

"Saya memukul kepalaku dengan tanganku."

Maknanya antara tangan dan kepala secara hakikat benar-benar bersentuhan langsung atau nempel.

Kedua nempel secara hukum :

مَرَرْتُ بِزَيْدٍ

"Saya berpapasan dengan Zaid."

Artinya, bukan nempel secara hakikat yaitu bersentuhan, tapi maknanya yaitu berpapasan.

E. Huruf بَاءُ الظَرْفِيَّةِ اَلْمَكَنِيَّةِ (ba bermakna keterangan tempat). Contoh :

اِجْتِمَعْنَا بِالْمَنْزِلِ

"Kami berikumpul di rumah."

F. Huruf بَاءُ الْقَسَمِ
(Huruf ba untuk sumpah). Contoh :

وَ اللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

"Demi Allah! Sesengguhnya syirik merupakan kedzoliman yang paling besar."

8. Huruf اَلْكَافُ (hurug kaf) terbagi 2

A. huruf اَلْكَافُ لِلتَّشْبِيْهِ (huruf kaf untuk penyerupaan). Artinya merupakan dua dzad yang berbeda. Contoh firman Allah :

«وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍۢ كَٱلْجِبَالِ» (هود : ٤٢)

Artinya : "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung." (QS.Hud : 42)

Allah memperumpamakan gelombang banjir Nabi Nuh seperti gunung. Huruf كا pada kalimat «كَٱلْجِبَالِ» fungsinya untuk menyerupakan.

B. Huruf اَلْكَافُ زَائِدٌ لِلتَّوْكِيْدِ (huruf kaf yaitu sebagai tambahan untuk menguatkan). Contoh firman Allah :

«لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ»
(الشورى :  ١١)

Artinya : "Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS.Asy-Syura : 11)

Huruf كا pada kalimat «كَمِثْلِهِ» fungsinya untuk menguatkan bahwa benar-benar tidak ada yang serupa dengan Allah. Jika huruf ك pada «كَمِثْلِهِ» dibuang, maka tinggal kata «مِثْلِهِ» saja, dan membuang huruf ك tidak akan merubah makna ayat, karena huruf ك disitu hanya sebagai penguat. Antara kata ك dan «مِثْلِهِ» maknanya sama yaitu seperti atau semisal.

9. Huruf اَللَّامُ (huruf lam) terbagi menjadi 4.

A. Huruf اَللَّامُ لِلْمِلْكِ (huruf lam menunjukkan makna kepemilikan). Contoh firman Allah :

«لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ» (البقرة : ٢٨٤)

Artinya : "Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi." (QS.Al-Baqaroh : 284)

Huruf lam pada kata «لِّلَّهِ» menunjukkan makna kepemilikan.

B. Huruf اَللَّامُ لِسِبْهِ الْمِلْكِ (huruf lam yang bermakna menyerupai kepemilikan). Contoh :

اَلْبَابُ لِلْبَيْتِ

"Pintu itu milik rumah."

Pintu itu milik rumah, maknanya rumah adalah bangunan utuh yang tersusun dari semua elemen-elemen penyusunnya, diantaranya adalah pintu. Ini disebut menyerupai kepemilikan karena kepemilikan rumah terhadap pintu sifatnya nisbi atau tidak mutlak, sebab pemilik sejati rumah dan segala yang ada di dalamnya adalah manusia. 

C. Huruf اَللَّامُ الْاِسْتِحْقَاقِ (huruf lam yang bermakna hak). Contoh firman Allah :

«ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ» (الفاتحة : ١)

Artinya : "Segala puji hak Allah, Tuhan semesta alam." (QS.Al-Fatihah : 1)

D. Huruf اَللَّامُ لِلتَّعْلِيْلِ (huruf lam yang menunjukkan makna sebab). Contoh :

جِئْتُ لِاِكْرَامِكَ

"Saya datang karena sebab memuliakanmu."

Dalam Al-Qur'an Allah berfirman :

«لِإِيلَـٰفِ قُرَيْشٍ» (قريش : ١)
Artinya : "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy."

10. Huruf, وَ بِ تَ (huruf-huruf sumpah). Contoh :

وَاللَّهِ, بِاللَّهِ, تَاللَّهِ

"Demi Allah, demi Allah, demi Allah."

Arti tiga lafadz sumpah di atas sama yaitu demi Allah. Allah berfirman :

«ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ» (الانعام : ٢٣)

Artinya : "Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah." (QS.Al-An'am : 23)

Kata «وَٱللَّهِ» adalah sumpah.

Allah juga berfirman :

«فَكَيْفَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا»

Artinya : "Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna." (QS. an-Nisa' : 62)

Kata «بِٱللَّهِ» adalah sumpah.

Allah juga berfirman :

«قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ» (الصافات : ٥٦)

Artinya : Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku." (QS. As-Saffat : 56)

Kata «تَٱللَّهِ» adalah sumpah.

Itu saja makna sebagian huruf jar yang bisa kami tulis. Dan mari terus belajar bahasa arab agar pemahaman agama kita semakin kuat. Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam