Dalam cabang ilmu bahasa arab ada yang namanya ilmu Nahwu,
yaitu ilmu yang mempelajari tentang grammar bahasa arab. Dan dalam pelajaran
nahwu, kita di tuntut untuk mengetahui kedudukan setiap kalimat, kenapa
berharokat dommah, fathah, kasroh dan sukun.
Sekarang kita akan berbicara tentang Macam-macam huruf Jar, yaitu huruf
yang membuat kalimat menjadi kasroh (berbaris bawah) Diantara sebagian huruf
jar yaitu :
1. مِنْ
2. اِلَى
3. عَنْ
4. عَلَى
5. فِي
6. رُبَّ
7. اَلْبَاءُ
8. اَلْكَافُ
9. اَللَّامُ
Huruf jar yg didunakan untuk sumpah yaitu:
10.وَ
11.بِ
12.تَ
PENJABARAN:
1.Huruf مِنْ (min) terbagi 2.
A. Huruf مِنْ لِلْاِبْتِدَاءِ
(Huruf min untuk
menunjukan permulaan). Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :
«مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ»
( الإسراء : ١)
"Artinya: dari masjidil harom."
(QS.Al-Isro' : 1)
Maknanya, perjalanan isro mi'roj bermula dari masjidil
harom, dalilnya adalah huruf مِنْ (min).
B. Huruf مِنْ لِلتَّبْعِيْضِ (min bermakna sebagian). Contoh
firman Allah 'Azza wa Jalla :
«وَ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ» (البقرة : ٢٥٣)
"Artinya: Sebagian mereka (para Nabi) ada yang Allah
ajak bicara." (QS.Al-Baqarah : 253)
Huruf مِنْ pada ayat diatas menunjukan makna sebagian, yaitu
sebagian Nabi saja yang Allah ajak bicara.
2.Huruf اِلَى terbagi menjadi 2.
A. Huruf اِلَى لِلْاِنْتِهَاءِ (Huruf ila untuk menunjukkan
makna penghabisan (ujung)) yang terkait dengan kata keterangan tempat. Contoh
firman Allah 'Azza wa Jalla :
«اِلَى الْمَسْجِدِ الْعَقْصَى» (الإسراء : ١)
"Artinya: ke masjidil aqsho." (QS. Al-Isroo' : 1)
Maknanya, isro mi'roj itu dimulai dari masjidil harom dan
berakhir di masjidil aqsho untuk lingkup dunia, dalilnya huruf اِلَى.
B. Huruf اِلَى لِلْاِنْتِهَاء (Huruf ila untuk menunjukkan
makna penghabisan (ujung) yang menunjukan keterangan waktu. Firman Allah 'Azza
wa Jalla :
«ثُمَّ اَتِمُّوْا الصِيَامَ اِلَى الَيْلِ» (البقرة : ١٨٧)
"Artinya : kemudian sepurnakanlah puasa itu sampai
datang malam."
(QS.Al-Baqaroh : 187)
Artinya, ayat ini berbicara tentang puasa yang di mulai dari
terbit fajar, dan berakhir pada awal malam yaitu pada waktu magrib. Sehingga
huruf اِلَى disini menunjukan keterangan waktu, bermakna batas penghujung puasa
adalah terbenam matahari.
3.Huruf عَنْ terbagi menjadi 1.
A. Huruf عَنْ لِلتَّبْعِيْضِ (Huruf 'an untuk menunjukan
makna sebagian). Contoh :
ذَهَبْتُ عَنِ الْبِلَادِ
"Artinya : saya pergi ke sebagian negeri."
Arti : اَلْبِلَاد (negeri-negeri), tapi bisa bermakna
sebagian negeri.
4. Huruf عَلَى لِلْاِسْتِعْلَاء (Huruf 'ala untuk menunjukan
ketinggian, dia terbagi menjadi 2.
A. Yaitu حَقِيْقَةً (ketinggian secara hakikat). Contoh
firman Allah 'Azza wa Jalla :
«اَلرَّحْمَانُ عَلَى الْعَرْشِى
اسْتَوَى» (طه : ٥)
"Artinya : (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. Yang
bersemayam di diatas Arsy."
(QS.Thooha : 5)
Ketinggian jika berkaitan dengan Allah maka disini
ketinggiannya hakiki, artinya benar-benar ketinggian, jangan di kiyaskan atau
di palingkan ke makna lain.
B. Yaitu مَجَازًا (ketinggian secara kiyasan). Contoh firman
Allah 'Azza wa Jalla :
«تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْض»ٍ (البقرة
:٢٥٣)
"Artinya :Para Rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka
atas sebagian lainnya." (QS.Al-Baqaroh : 253)
Maknanya yaitu ketinggian derajat, bukan ketinggian yg
sifatnya hakikat seperti ketinggian Allah di atas Arsy-Nya.
5. Huruf فِيْ (fii)
Terbagi 3.
A. Yaitu لِظَرْفِ الْمَكَانِ (untuk menunjukan keterangan
tempat) Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :
«فِيْ اَدْنَى الْاَرْضِ» (الروم : ٣)
"Artinya: di bumi yg terendah". (QS.Ar-Rum : 3)
B. Yaitu لِظَرْفِ الزَّمَانِ (untuk menunjukan keterangan
waktu) Contoh firman Allah 'Azza wa Jalla :
«فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ» (الروم : ٤)
"Artinya: dalam beberapa tahun lagi." (QS.Ar-Rum :
3)
C. Yaitu لِلْاِسْتِعْلَاءِ (untuk menunjukan ketinggian).
Contoh yaitu hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :
اَيْنَ اللَّهُ؟
"Dimana Allah?"
فِيْ السَّمَاءِ
"Diatas langit."
Huruf فِيْ pada hadits tersebut menunjukan makna di atas
bukan di dalam. Sehingga orang-orang dari kalangan ahli kalam saja yang akan
mengatakan Allah di dalam langit. Untuk membantah anggapan mereka bahwa فِيْ
bermakna di dalam yaitu firman Allah yang mengisahkan ucapan Fir'aun kepada
tukang sihirnya yg beriman kepada nabi Musa. Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
«وَ لَاُصِلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوْعِ النَّخْلِ» (طه :٧١ )
"Artinya: Dan sungguh aku akan menyalib kamu semua pada
pangkal pohon kurma." (QS.Thooha : 71)
Huruf فِيْ pada ayat tersebut maknanya diatas pangkal pohon
kurma, bukan di dalam pangkal pohon kurma. Karena itu, sangat janggal jika
mengatakan Allah di dalam langit sebagaimana dalil ayat diatas.
6. Huruf رُبَّ terbagi menjadi 2.
A. Yaitu لِلْكَثِيْرِ (untuk menunjukan makna banyak).
Contoh hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَ
الْعَطَشُ
"Betapa banyak orang yang berpuasa tidaklah yang dia
dapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga."
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam juga bersabda :
فَرُبَّ كَاسِيَةٍ فِيْ الدُّنْيَا عَارِيَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Betapa banyak wanita yang berpakaian di dunia, namun
telanjang pada hari kiyamat."
B. Yaitu لِلتَّقْلِيْلِ (untuk menunjukkan makna sedikit)
Contoh :
رُبَّ مَوْلُوْدٍ لَيْسَ لَهُ أَبٌ
"Jarang (sedikit) orang yang dilahirkan tanpa
bapak."
Untuk membedakan mana رُبَّ yang bermakna banyak ataupun
sedikit, bisa dilihat pada hadits-hadits Rasulullah. Kedua tergantung pada yang
berbicara, apakah yang berbicara ingin memaknainya banyak atau sedikit.
Dan untuk huruf jar رُبَّ dia hanya memajrurkan isim dzohir
dan isim yang nakiroh, walaupun boleh juga kadang masuk pada isim ma'rifah
seperti dhomir.
7. Huruf ُاَلْبَاء terbagi enam
A. Huruf ِبَاءُ الْاِسْتِعَانَة (huruf ba untuk minta
tolong). Contoh :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang."
Huruf بِ pada lafadz basmallah diatas bermakna doa,
atau meminta tolong. Dan fungsinya untuk
membatasi. Contoh :
بِسْمِ اللَّهِ اَكْتُبُ
"Hanya dengan nama Allah saya menulis."
Artinya tidak dengan nama selain Allah, tapi membatasi
meminta tolong tersebut hanya dengan nama Allah saja. Yang memberikan makna
pembatasan pada kalimat diatas adalah dikedepanka nanya jar dan majrur.
B. Huruf بَاءُ السَبَبِيَّةِ (ba bermakna sebab). Contoh
firman Allah :
ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (النخل:٣٢)
Artinya : "Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan
apa yang telah kamu kerjakan". (QS.An-Nahl : 32)
Huruf ب pada ayat «بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُون» bermakna sebab.
Dan ada sisi lain yang lebih penting, seseorang masuk surga sebenarnya bukan
cuma karena amalnya, tapi lebih karena sebab rahmat Allah.
C. Huruf بَاءُ لِلتَّعْوِيْضِ (ba sebagai pengganti). Contoh
:
اِشْتَرَيْتُ هَذَا الْكِتَابَ بِدِرْهَمٍ
"Saya membeli kitab ini dengan dirham."
D. Huruf بَاءُ اَلْاِلْتِصَاقِ (ba bermakna nempel) terbagi
2. Pertama nempel secara hakikat. Contoh :
ضَرَبْتُ رَأْسِي بِيَدِي
"Saya memukul kepalaku dengan tanganku."
Maknanya antara tangan dan kepala secara hakikat benar-benar
bersentuhan langsung atau nempel.
Kedua nempel secara hukum :
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ
"Saya berpapasan dengan Zaid."
Artinya, bukan nempel secara hakikat yaitu bersentuhan, tapi
maknanya yaitu berpapasan.
E. Huruf بَاءُ الظَرْفِيَّةِ اَلْمَكَنِيَّةِ (ba bermakna
keterangan tempat). Contoh :
اِجْتِمَعْنَا بِالْمَنْزِلِ
"Kami berikumpul di rumah."
F. Huruf بَاءُ الْقَسَمِ
(Huruf ba untuk sumpah). Contoh :
وَ اللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
"Demi Allah! Sesengguhnya syirik merupakan kedzoliman
yang paling besar."
8. Huruf اَلْكَافُ (hurug kaf) terbagi 2
A. huruf اَلْكَافُ لِلتَّشْبِيْهِ (huruf kaf untuk
penyerupaan). Artinya merupakan dua dzad yang berbeda. Contoh firman Allah :
«وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍۢ كَٱلْجِبَالِ» (هود : ٤٢)
Artinya : "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka
dalam gelombang laksana gunung." (QS.Hud : 42)
Allah memperumpamakan gelombang banjir Nabi Nuh seperti
gunung. Huruf كا pada kalimat «كَٱلْجِبَالِ» fungsinya untuk menyerupakan.
B. Huruf اَلْكَافُ زَائِدٌ لِلتَّوْكِيْدِ (huruf kaf yaitu
sebagai tambahan untuk menguatkan). Contoh firman Allah :
«لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ»
(الشورى : ١١)
Artinya : "Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia,
dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS.Asy-Syura : 11)
Huruf كا pada kalimat «كَمِثْلِهِ» fungsinya untuk
menguatkan bahwa benar-benar tidak ada yang serupa dengan Allah. Jika huruf ك
pada «كَمِثْلِهِ» dibuang, maka tinggal kata «مِثْلِهِ» saja, dan membuang
huruf ك tidak akan merubah makna ayat, karena huruf ك disitu hanya sebagai
penguat. Antara kata ك dan «مِثْلِهِ» maknanya sama yaitu seperti atau semisal.
9. Huruf اَللَّامُ (huruf lam) terbagi menjadi 4.
A. Huruf اَللَّامُ لِلْمِلْكِ (huruf lam menunjukkan makna
kepemilikan). Contoh firman Allah :
«لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ» (البقرة
: ٢٨٤)
Artinya : "Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di
langit dan apa yang ada di bumi." (QS.Al-Baqaroh : 284)
Huruf lam pada kata «لِّلَّهِ» menunjukkan makna
kepemilikan.
B. Huruf اَللَّامُ لِسِبْهِ الْمِلْكِ (huruf lam yang
bermakna menyerupai kepemilikan). Contoh :
اَلْبَابُ لِلْبَيْتِ
"Pintu itu milik rumah."
Pintu itu milik rumah, maknanya rumah adalah bangunan utuh
yang tersusun dari semua elemen-elemen penyusunnya, diantaranya adalah pintu.
Ini disebut menyerupai kepemilikan karena kepemilikan rumah terhadap pintu
sifatnya nisbi atau tidak mutlak, sebab pemilik sejati rumah dan segala yang
ada di dalamnya adalah manusia.
C. Huruf اَللَّامُ الْاِسْتِحْقَاقِ (huruf lam yang bermakna
hak). Contoh firman Allah :
«ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ» (الفاتحة : ١)
Artinya : "Segala puji hak Allah, Tuhan semesta
alam." (QS.Al-Fatihah : 1)
D. Huruf اَللَّامُ لِلتَّعْلِيْلِ (huruf lam yang
menunjukkan makna sebab). Contoh :
جِئْتُ لِاِكْرَامِكَ
"Saya datang karena sebab memuliakanmu."
Dalam Al-Qur'an Allah berfirman :
«لِإِيلَـٰفِ قُرَيْشٍ» (قريش : ١)
Artinya : "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy."
10. Huruf, وَ بِ تَ (huruf-huruf sumpah). Contoh :
وَاللَّهِ, بِاللَّهِ, تَاللَّهِ
"Demi Allah, demi Allah, demi Allah."
Arti tiga lafadz sumpah di atas sama yaitu demi Allah. Allah
berfirman :
«ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ
رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ» (الانعام : ٢٣)
Artinya : "Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali
mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan
Allah." (QS.Al-An'am : 23)
Kata «وَٱللَّهِ» adalah sumpah.
Allah juga berfirman :
«فَكَيْفَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ
ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا»
Artinya : "Maka bagaimanakah halnya apabila mereka
(orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan
mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi
Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan
perdamaian yang sempurna." (QS. an-Nisa' : 62)
Kata «بِٱللَّهِ» adalah sumpah.
Allah juga berfirman :
«قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ» (الصافات : ٥٦)
Artinya : Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya
kamu benar-benar hampir mencelakakanku." (QS. As-Saffat : 56)
Kata «تَٱللَّهِ» adalah sumpah.
Itu saja makna sebagian huruf jar yang bisa kami tulis. Dan
mari terus belajar bahasa arab agar pemahaman agama kita semakin kuat. Semoga
bermanfaat.
Wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar